Arsip

Archive for the ‘Coretan’ Category

Seiring perkembangan … sudah siapkah ???

Juni 12, 2009 2 komentar

Sebagai bahan evaluasi di sini, kita, pribadi bahwasanya setiap proses kegiatan pasti akan mengalami sebuah perkembangan, dalam aspek luar maupun dalam. Kenyataannya memang seperti itu dan tidak dapat dipungkiri. Disisi lain ada tuntutan dan kebutuhan namun tetap terfokus pada satu titik tujuan. Di antara mereka, di sini, kita, pribadi khususnya senantiasa mengasah dan memperbaiki diri, meningkatkan kualitas namun tetap pada porsi yang seimbang menyeimbangkan.

Keseimbangan itu harus tapi terkadang di sini, kita, pribadi secara tidak sadar/sadar terlalu timpang atau bahkan tidak peduli. Dibutakan dengan keindahan, kebahagian, kenyamanan yang semakin lama semakin merasuk dan mengakar pada setiap pola perilaku dan keputusan. Mengakibatkan kaburnya nilai2, keragu2an, dan kemudian lalai dan sebagai pemicu ketidak berkembangnya di sini, kita, pribadi.

Perkembangan, sebuah kata dasar “kembang” berarti bertambah. Dalam kata utuh bisa dimaknai, sebuah proses keteraturan dan keterarahan dari sebuah keminiman menuju ke sebuah kemaksimalan, dalam hal ini yaitu berkembang. Berbicara keteraturan ini bisa diartikan sebagai tahapan berkesinambungan ataupun bertahap. Serta keterarahan mempunyai arti punya arah tujuan yang jelas, terarah.

Sesuatu yang berkembang, titik akhirnya pasti berbeda dari titik awalnya, karena memang mengalami perubahan, perkembangan. Berubah menjadi sesuatu yang baik, menjadi lebih baik, dan menjadi lebih baik lagi.

Terlihat diujung sana, di sebuah sudut terang benderang, mereka mengalami perkembangan, senantiasa berkembang dan berkembang. Tidak pernah lesu, luruh, layu namun dengan semangat dan kerja keras merekapun mengalami perkembangan. Bertahap, berkesinambungan, terarah dan mempunyai tujuan jelas. Perkembangan telah mereka proses.

Sudah siapkah ??? pertanyaan yang sering terlontar mungkin dari benak hati diri di sini, kita, pribadi, mungkin secara sadar ataupun secara tidak sadar, secara langsung maupun tidak langsung. Sudah sampai manakah perjalanan ? sudah berubahkah  dari yang dulu ? apakah masih tetap sama ? apa ? apa ? apa ?

Di sini, kita, pribadi melihat dengan kagum, hanya kagum, menaruh kebanggaan pa mereka. Apakah hanya itu saja, apakah hanya melihat saja, apakah hanya ikut merasa senang saja. Apakah hanya menikmati perkembangan mereka. Padahal disini, kita, pribadi, timbul sebuah pertanyaan …” sudah siapkah ? “, ” sudah siapkah ? ” …

Disini, Kita, Pribadi begitu tertinggal dengan mereka, mereka melesat jauh, tapi di sini, kita, pribadi tetap merangkak tidak pasti arah …

Sebagai bahan evalusi di sini, kita, pribadi …

Iklan
Kategori:Coretan Tag:

Hari ini adalah hari yang ???

tanggal o4 Juni 2009, tepat hari kamis …

di saat “itu” terkadang “ini” kemudian “itu” lagi setelahnya “ini”

apa “itu” ???

apa “ini” ???

Menggambarkan sebuah ketidakmampuan seseorang akan sesuatu, kemudian mereka dibuatnya pelajaran dan pengalaman agar sesuatu itu menjadi hikmah bermanfaat dilain kemudian.

Ini hanyalah sebuah sesuatu yang tidak harus dan tidak selalu untuk itu adanya, namun bisa menjadi sebuah inti dan pokok untuk itu pula. Maka dari itulah dibuat sebuah kalimat yang biasa dan sederhana seperti berikut :

  • jika ingin kenyang maka makanlah
  • jika ingin makan maka belilah
  • jika ingin beli maka bekerjalah
  • jika ingin bekerja maka carilah
  • jika ingin cari maka berusahalah
  • jika ingin berusaha maka semangatlah
  • jika ingin semangat maka niatkanlah
  • jika ingin niat maka ingatlah …

Ingat kepada apa ??? ingatlah kepada tujuan awal kamu mengapa kamu sampai sejauh ini ???

First Love dan Cinta Pertama

Maret 13, 2009 6 komentar

First love, atau biasa kita menyebutnya cinta pertama, hmm … seperti istilahnya, perasaan cinta/suka yang muncul pertama kalinya kepada lawan jenis mungkin pada saat usia beranjak remaja, ya sekitar umur 10 – 13 th, ( hehe 🙂 pengalaman pribadi). Memang hal yang wajar ketika manusia menyukai manusia lainnya. Dari mana asalnya rasa suka itu kadang sulit dimengerti, yang ada hanya ada sebuah perasaan suka dan kagum terhadap seseorang, kemudian di aplikasikan ke dalam bentuk tindakan dan perilaku yang spesial kepada orang yang disukainya tsb. Misal dalam perilaku menyapa, berbicara, atau tindakan positif lain semisal memberi kado saat dia ultah, memberi selamat ketika mendapat nilai bagus, atau suka iseng mengajak ngobrol yang ga penting dengan alasan agar bisa selalu komunikasi dengannya. Meskipun dia tidak tahu secara lisan bahwa kita suka, dan memang dia benar2 tidak tau bahwa kita “kagum” terhadapnya. Namun kita selalu senantiasa memberikan perhatian lebih kepadanya dari pada teman2 lain. Ketika merasakan cinta pertama / first love memang terasa indah, meskipun cinta itu tidak terbalas cinta, namun kita sungguh tulus dan ikhlas mencintainya.

ada artikel kutipan tentang first love :

“First Love Never Die”

Kenapa bisa ada kalimat itu? Apakah karena cinta pertama sangat indah? Lebih indah dari cinta-cinta selanjutnya? Apa cinta terakhir sudah tak indah lagi?
Jawabannya adalah, karena cinta pertama adalah cinta paling murni dalam sejarah perjalanan lelaki dan perempuan.

Cinta pertama bukan pacar pertama. 1st love adalah saat kita jatuh cinta pertama kali pada seseorang. Biasanya pada usia belia. Bisa 10 , 12, 13 bahkan 8 tahun! Pada usia sehijau itu, kita bahkan tidak tahu apa itu cinta yang sesungghnya atau bukan. Yang jelas kita kasmaran pada seseorang. Tak bisa tidur. Lagu First Love-nya Nikka Costa sangat mewakili perasaan itu. “Everyone can see…there’s a change in me…bla bla bla”.

Di usia sebelia itu, bayangan kita tentang cinta sangatlah indah dan mulia. Tidak ada bumbu seks. Boro-boro deh. Tepat sekali kalau diibaratkan cinta masa itu sebagai domba yang cute dan innocent. Lembut, polos, kekanakan dan menggemaskan. Bebas dari dosa. Sungguh definisi cinta dalam arti paling murni.

Seiring waktu, usia tambah dewasa. Cinta pertama terlupakan sejenak. Menyusul cinta kedua, ketiga, kesebelas..ke sekian puluh…ke seratus..dan seterusnya. Kian angka itu bertambah, kian jauh dari gambaran indah. Ada seks, nafsu, obsesi materi, dan sejenisnya.

Kalau 1st love adalah domba yang imut, maka semua hal buruk-buruk yang menyelingi cinta berikut-berikutnya adalah serigala. Katakanlah seks itu serigala. Maka sekarang, di usia yang tak lagi belia, maka yang beredar adalah serigala berbulu domba. Tambah sulit saja mengenali mana domba sejati. Bahkan mungkin tidak ada lagi.

Itulah mengapa dikatakan first love never die. Sebab memang 1st love adalah cinta paling agung dalam hubungan lelaki-perempuan. Tidak ada nafsu seks, obsesi kecantikan, ketampanan, kekayaan dan sebagainya. Dan kini yang kita jumpai dimana-mana adalah serigala berbulu domba. Sungguh ironis.

ok sekian … trims all …

to be continued …

Memang Tiada Makna, Memang Tiada Rasa

Februari 17, 2009 Tinggalkan komentar

Jika kau mengalami masalah apa yang kamu tidak ketahui tentangnnya, maka bertanyalah pada yang mengetahuinya. Simple mungkin, namun memang itulah jalan terbaik bagi kamu-kamu yang mengalami kesulitan menghadapi sebuah masalah. Masalah intern maupun eksternal, pribadi maupun sosial, pasti suatu saat akan mengalami sebuah masalah, apa itu masalah kecil atau besar, mudah atau rumit.

Memang tiada makna jika … semua berlalu bergitu saja, setiap peristiwa tidak meninggalkan kenangan indah, setiap kejadian tidak ada masalah berarti. Namun ketika kita mencoba kembali berfikir dan merenungkan setiap apa-apa yang telah kita lakukan pada kemaren hari, kita akan mamapu mengevaluasi diri dan berintropeksi mengenai semua apa yang pernah kita lalui.

Memang tiada rasa ketika … tiba-tiba semua menjadi indah, sesuai keinginan kita, tanpa perjuangan dan upaya semua terpenuhi dengan sendirinya. Mampu menghasilkan sesuatu yang besar dengan ketidakpastian dan keraguan. hmm …
to be continued …

Kategori:Coretan

Pengemis Tua …

November 26, 2008 Tinggalkan komentar

Menjalani hari dengan tidak pasti …

Melalui jalan terjal tak bertepi …

Hidup terkadang seorang diri …

Namun tiada orang yang peduli …

Tiap hari berselimutkan matahari …

Dingin malam selalu dirasakan …

Keinginannya tidaklah besar …

Mengharap cinta kasih manusia …

Hanya satu yang dipikirkannya …

Hanya satu yang diperjuangkannya …

Bertahan hidup di jagad raya …

Hidup seorang pengemis tua …

Sedikit kesenangan yang dirasakan …

Sorot mata yang memprihatinkan …

Menyesal mungkin pernah dirasakannya …

Namun ia tetap berjuang dan bertahan …

Sadarkah dirimu jika …

Daya dan upaya mu berguna …

Namun kau menghiraukannya …

Derai tangis kesengsaraan mereka …

Merugikah dirimu seandainya …

Kau beri simpati sedikit saja pada mereka …

Niscaya Tuhan akan membalasnya …

Jika kau ikhlas melakukannya …

Thank’s all …

Kategori:Coretan Tag:, ,