Arsip

Archive for the ‘Bermanfaat’ Category

KEDUDUKAN RO’YUN DALAM MEMAHAMI AL-QUR’AN

Februari 26, 2009 13 komentar

Ada beberapa hadits yang melarang menafsirkan al-Qur’an dengan ro’yi, dimana kata tersebut ditafsirkan dengan pikiran. Akibatnya, sebagian generasi muda Islam tidak mau memahami dan mendengarkan pemahaman al-Qur’an yang dihubungkan dengan pikiran atau ilmu pengetahuan, mereka tidak hanya menjauhkan diri dari tindakan tersebut melainkan juga menganggap sesat orang-orang Islam yang memahami al-Qur’an dengan landasan pikiran, ilmu pengetahuan dan filsafat.

Pada sisi lain, tidak jarang dijumpai, perintah Allah dalam al-Qur’an, agar memahami ayat-ayat Allah dengan akal dan ilmu pengetahuan. Mereka sangat mencintai ilmu pengetahuan, filsafat dalam berbagai bidang untuk memahami al-Qur’an mereka juga memiliki pemahaman bahwa pemahaman al-Qur’an tanpa ilmu pengetahuan atau pikiran akan menimbulkan kekeliruan, karena al-Qur’an itu sendiri merupakan informasi ilmu pengetahuan.

Generasi muda Islam yang tidak banyak mencurahkan perhatiannya pada bidang tersebut, akan mengalami kebingungan bilamana menerima dua informasi yang sifatnya bertentangan, sedangkan bagi mereka yang menerima satu sisi, akan memegang bendera yang diterimanya.

Perbedaan landasan dalam menggunakan pemikiran dalam memahami al-Qur’an, sebenarnya sudah terjadi dalam masa-masa awal, sesudah Rasulullah SAW meninggal dunia, bagi generasi muda Islam hari ini, perlu sekali membuka diri dan berpikir obyektif dalam menerima pemikiran tersebut, sehingga akan dapat memberikan penilaian secara obyektif.

Bersama ini disajikan alternatif pembahasan tentang penggunaan akal dan ro’yun dalam memahami al-Qur’an, barangkali dapat memberikan pemasukan atau tambahan data, sehingga dapat menghilangkan keraguannya.

PENGERTIAN RO’YUN

Prof. Mahmud Yunus mengartikan kata Ro’yun (…) pendapat, pikiran; dalam al-Qur’an tertulis pada surat (11:28, 63, 88), (41:52).

Dalil yang melarang penggunaan Ro’yun dalam memahami al-Qur’an sebagai berikut:

Sabda Rasulullah SAW : “Barangsiapa yang berdusta kepada saya dengan sengaja, maka ia akan dimasukkan (ke dalam) api neraka. Dan barangsiapa menafsirkan al-Qur’an dengan pikirannya sendiri maka ia akan dimasukkan api neraka”.

Baca selanjutnya…

Empati dan Simpati

Februari 25, 2009 Tinggalkan komentar

Kita pernah menyaksikan bahkan mungkin pernah mengalami sendiri cuplikan percapakan dari seorang atasan kepada bawahannya berikut. ”Anita.. Hari ini Anda terlambat lagi.Terlambat lagi….Saya ingatkan jika Anda terlambat lagi, saya akan meminta bagian personalia membuat surat peringatan. Saya tidak mau tahu bagaimana caranya agar Anda tidak terlambat lagi besok. Keterlamabatan lagi tidak bisa ditolerir ! Yang lain sudah mulai sibuk, Anda enak saja baru sampai”.

Jika Anda adalah Anita, apa yang Anda rasakan ? Lalu jika Anda adalah sahabat Anita, mendengar Anita bercerita sambil meneteskan air matanya, bagaimana penilaian Anda terhadap atasannya ? Sikap arogan ? Sikap sebagai seorang pemimpin ? Adakah penilaian ”ingin menang sendiri?”, ”tidak mau tahu kesulitan orang lain?”.

Sekarang, bandingkan dengan percakapan berikut. ”Arini, ketika Anda terlambat, saya perhatikan Anda hadir dengan tergesa-gesa dan merasa canggung dilihat teman-teman. Ketika yang lain sudah mulai bekerja, Anda baru sampai. Jadinya pagi ini, mood Anda teganggu. Bukankah sudah waktunya sekarang Anda berpikir dan berusaha lebih serius untuk mengatasi keterlambatan itu. Contohnya dalam seminggu ini Anda sudah tiga kali terlambat, masing-masing sepuluh menit. Saya tahu Anda sendiri tidak suka hal itu, jadi saya yakin Anda berusaha sungguh-sungguh, Anda akan mampu mengatasi masalah ini. Semua orang disini berharap Anda ikut menjaga disiplin waktu serta menghormati perasaan teman-teman yang tidak terlambat”.

Bagaimana perasaan Anda ? Bagaimana perasaan Arini ? Dan bagaimana perasaan bos Arini ?

Jika Anda diminta untuk memilih bos mana yang Anda inginkan, 99,9 % pasti memilih bos-nya Arini…Kenapa ?

Baca selanjutnya…