Arsip

Posts Tagged ‘motivasi’

Berdetak 31.104.000 kali ( Be Fight to Try … )

Februari 27, 2009 Tinggalkan komentar
Konon, …
seorang pembuat jam tangan berkata kepada jam yang sedang dibuatnya. “Hai jam, apakah kamu sanggup untuk berdetak paling tidak 31,104,000 kali selama setahun?” “Ha?,” kata jam terperanjat, “Mana sanggup saya?”
“Bagaimana kalau 86,400 kali dalam sehari?”
“Delapan puluh ribu empat ratus kali? Dengan jarum yang ramping-ramping seperti ini?” jawab jam penuh keraguan.
“Bagaimana kalau 3,600 kali dalam satu jam?”
“Dalam satu jam harus berdetak 3,600 kali? Banyak sekali itu” tetap saja jam ragu-ragu dengan kemampuan dirinya
Tukang jam itu dengan penuh kesabaran kemudian bicara kepada si jam, “Kalau begitu, sanggupkah kamu berdetak satu kali setiap detik?”
“Naaaa, kalau begitu, aku sanggup!” kata jam dengan penuh antusias.
Maka, setelah selesai dibuat, jam itu berdetak satu kali setiap detik.
Tanpa terasa, detik demi detik terus berlalu dan jam itu sungguh luar biasa karena ternyata selama satu tahun penuh dia telah berdetak tanpa henti.
Dan itu berarti ia telah berdetak sebanyak 31,104,000 kali
Renungan :
Ada kalanya kita ragu-ragu dengan segala tugas pekerjaan yang begitu terasa berat. Namun sebenarnya kalau kita sudah menjalankannya, kita teryata mampu. Bahkan yang semula kita anggap impossible untuk dilakukan sekalipun. Jangan berkata “tidak” sebelum Anda pernah mencobanya
Kata Bijak :
Ada yang mengukur hidup mereka dari hari dan tahun, yang lain dengan denyut jantung, gairah, dan air mata. Tetapi ukuran sejati adalah apa yang telah engkau lakukan dalam hidup ini.
sumber dari internet …
Iklan
Kategori:motivasi Tag:

Empati dan Simpati

Februari 25, 2009 Tinggalkan komentar

Kita pernah menyaksikan bahkan mungkin pernah mengalami sendiri cuplikan percapakan dari seorang atasan kepada bawahannya berikut. ”Anita.. Hari ini Anda terlambat lagi.Terlambat lagi….Saya ingatkan jika Anda terlambat lagi, saya akan meminta bagian personalia membuat surat peringatan. Saya tidak mau tahu bagaimana caranya agar Anda tidak terlambat lagi besok. Keterlamabatan lagi tidak bisa ditolerir ! Yang lain sudah mulai sibuk, Anda enak saja baru sampai”.

Jika Anda adalah Anita, apa yang Anda rasakan ? Lalu jika Anda adalah sahabat Anita, mendengar Anita bercerita sambil meneteskan air matanya, bagaimana penilaian Anda terhadap atasannya ? Sikap arogan ? Sikap sebagai seorang pemimpin ? Adakah penilaian ”ingin menang sendiri?”, ”tidak mau tahu kesulitan orang lain?”.

Sekarang, bandingkan dengan percakapan berikut. ”Arini, ketika Anda terlambat, saya perhatikan Anda hadir dengan tergesa-gesa dan merasa canggung dilihat teman-teman. Ketika yang lain sudah mulai bekerja, Anda baru sampai. Jadinya pagi ini, mood Anda teganggu. Bukankah sudah waktunya sekarang Anda berpikir dan berusaha lebih serius untuk mengatasi keterlambatan itu. Contohnya dalam seminggu ini Anda sudah tiga kali terlambat, masing-masing sepuluh menit. Saya tahu Anda sendiri tidak suka hal itu, jadi saya yakin Anda berusaha sungguh-sungguh, Anda akan mampu mengatasi masalah ini. Semua orang disini berharap Anda ikut menjaga disiplin waktu serta menghormati perasaan teman-teman yang tidak terlambat”.

Bagaimana perasaan Anda ? Bagaimana perasaan Arini ? Dan bagaimana perasaan bos Arini ?

Jika Anda diminta untuk memilih bos mana yang Anda inginkan, 99,9 % pasti memilih bos-nya Arini…Kenapa ?

Baca selanjutnya…