Arsip

Archive for the ‘Berita Menarik’ Category

Jangan Lewatkan Nonton Komet Lulin, Kesempatan Sekali Seumur Hidup

Februari 23, 2009 Tinggalkan komentar
Peta langit sebagai panduan melihat Komet Lulin. Pada Selasa (24/1) dini hari, komet tersebut terlihat dekat Planet Saturnus di arah barat.

Senin, 23 Februari 2009 | 08:26 WIB

JAKARTA, SENIN — Di sepanjang perjalanannya berkunjung ke pusat Tata Surya, Komet Lulin akan berada pada jarak terdekat dengan Bumi besok. Cahayanya yang terang membuat komet tersebut mungkin dapat dilihat dengan mata telanjang, terutama di daerah-daerah yang bebas dari gangguan cahaya lampu. Pada Selasa (24/2), jarak terdekat dengan Bumi pada 0,41 unit astronomi (jarak Matahari-Bumi) atau 160 kali jarak Bumi-Bulan, yakni sekitar 61 juta kilometer. Meski berada pada jarak terdekat dengan Bumi, komet tersebut tidak membahayakan. Racun cyanida dan diatom karbon yang memancar hijau dari permukaannya juga tak akan sampai masuk atmosfer Bumi karena saking jauhnya.

Waktu terbaik untuk mengamatinya adalah pada sepertiga malam sejak pukul 03.00 beberapa jam sebelum Matahari terbit, Selasa dini hari. Arahkan pengamatan ke langit barat lalu carilah Planet Saturnus yang ada di dekat rasi Leo sebagai panduan. Planet keenam di Tata Surya tersebut sangat mudah dilihat dan dominan di pagi hari. Posisi komet akan berada beberapa derajat di bawah posisi Planet Saturnus.

Cahaya yang dipancarkan komet diperkirakan memiliki magnitudo 4-5. Jadi, jangan terlalu berharap dapat melihat dari kota karena bintang paling lemah yang dapat dilihat dari kota memiliki magnitudo 3. Semakin besar magnitudo, makin lemah kecerlangannya.

Pada kecerlangannya ini, komet hanya dapat dilihat di daerah yang sangat gelap dan tidak ada gangguan cahaya seperti di kota. Meski demikian, pengamatan terbaik menggunakan teleskop, baik yang sederhana maupun binokuler.

Kesempatan untuk melihat komet yang memancarkan cahaya berwarna hijau tersebut mungkin hanya sekali seumur hidup. Jadi, jangan lewatkan kalau memang ada kesempatan karena tak semua orang beruntung dapat melihatnya. Berdoa saja cuaca bersahabat dan tak mendung.

from : kompas.com

Iklan

Heboh Ular Raksasa Kalimantan Sepanjang 33 Meter

Februari 21, 2009 12 komentar
Ular raksasa itu tertangkap kamera.

Sabtu, 21 Februari 2009 | 05:45 WIB

BARU-BARU ini, muncul sebuah foto udara yang membuat heboh Malaysia. Seekor ular raksasa berenang di Sungai Baleh, Sibu, Serawak, bagian utara Kalimantan yang masuk wilayah Malaysia. Hiii…

Sebuah foto ular raksasa terlihat berenang melenggak-lenggok di sebuah sungai tropis yang dikelilingi oleh hutan gambut. Ular berwarna hitam itu sangat besar, hampir memenuhi sungai yang terletak di tengah-tengah hutan rawa yang rimbun. Air beriak di kiri kanannya. Kabarnya, foto itu diambil dari sebuah helikopter, 11 Februari 2009 lalu.

Foto itulah yang menjadi perdebatan luas di Malaysia saat ini. Kalimantan memang memiliki ular-ular raksasa. Namun selama ini, ular yang besar yang baru ditemukan adalah sejenis sanca atau python atau masyarakat Kalimantan menyebutnya ular sawah, yang panjangnya belasan meter.

Namun ular yang terlihat di foto dan beredar luas di internet, termasuk Youtube, jauh lebih panjang dan besar dibanding temuan python selama ini. Diperkirakan panjangnya 100 kaki atau sekitar 33 meter.

Gambar tersebut diambil oleh anggota tim wilayah bencana banjir yang kemudian diterbitkan oleh Utusan Sarawak, sebuah koran lokal, pekan lalu. New Straits Times di Kuala Lumpur, juga memuat foto tersebut yang kemudian dirilis oleh The Telegraph, Inggris.

Ada juga yang tidak mempercayai foto itu dan menganggapnya rekayasa semata. Hal ini karena terlalu jauhnya pengambilan gambar ular tersebut. Benar atau tidak, foto itu sudah membuat masyarakat di sekitar Serawak, khususnya Sibu, ketakutan. Sebab, sungai itu merupakan urat nadi transportasi masyarakat selama ini.

Berdasarkan legenda yang hidup di masyarakat setempat, memang dipercaya tentang adanya anaconda di kawasan tersebut yang bernama Nabau. Menurut kepercayaan, Nabau merupakan ular dengan panjang 80 meter dengan kepala naga dan tujuh lubang hidung. Masyarakat desa yang tinggal di sungai Baleh Borneo mempercayai makhluk mistik tersebut. Selain itu, masyarakat memang sering melihat ular-ular besar di kawasan itu.

Nah, pertanyaannya, bila foto itu asli, apakah ular yang terlihat itu sejenis python atau anaconda? Hingga kini memang belum ditemukan adanya anaconda di Kalimantan, kecuali dalam film Anaconda: The Hunt For The Blood Orchid yang laris itu.

Rekor ular terpanjang saat ini memang anaconda (eunectes) dari Amazone. Anaconda merupakan keluarga boa. Panjang anaconda yang baru ditemukan adalah 50 kaki, namun para ilmuwan percaya ada anaconda yang panjangnya 80 kaki, bahkan 100 kaki dari temuan kulit ular tersebut oleh sebuah ekspedisi ilmuwan Inggris tahun 1992. Dalam keluarga anaconda, menurut situs lingkungan Mongabay, yang terbesar adalah anaconda hijau (Eunectes murinus). Panjangnya mencapai 43 meter.

Python Asia adalah ular terpanjang kedua. Ilmuwan menyebutnya Asiatic Reticulated Python (python reticulatus). Python terpanjang yang ditemukan di kawasan Kalimantan panjangnya 33 kaki, dan merupakan rekor dunia sanca terpanjang saat ini. Para ilmuwan percaya panjang python bisa mencapai 50 kaki atau sekitar 15 meter.

Bedanya, anaconda lebih langsing dan ahli berenang. Sementara python lebih gemuk dan hanya suka kelembaban, bukan di air. Anaconda menggigit mangsanya sampai mati sebelum menelan, sementara python menggunakan kekuatannya dengan membalut mangsa sampai tulang-belulangnya hancur atau tak bergerak lagi, kemudian ditelan bulat-bulat.

Awal Februari, para ilmuwan menemukan fosil ular seberat sebuah mobil kecil. Ular itu diperkirakan bisa melumat binatang seukuran sapi. Monster sepanjang 45 kaki bernama Titanoboa sangat besar dan hidup dengan memakan buaya dan kura-kura raksasa. Beratnya mencapai 1,25 ton. Ia biasa merayap di sekitar hutan-hutan tropis Amerika Selatan 60 tahun silam. (yan/berbagai sumber)

from : kompas.com