Arsip

Posts Tagged ‘Kesehatan’

Depresi

Oktober 7, 2009 3 komentar

DEFINISI
Depresi adalah suatu perasaan sedih yang sangat mendalam, yang bisa terjadi setelah kehilangan seseorang atau peristiwa menyedihkan lainnya, tetapi tidak sebanding dengan peristiwa tersebut dan terus menerus dirasakan melebihi waktu yang normal.

Sekitar 10% orang yang mengunjungi dokter untuk keluhan psikisnya sesungguhnya menderita depresi.
Depresi mulai timbul pada usia 20, 30 atau 40 tahun.

Suatu episode depresi biasanya berlangsung selama 6-9 bulan, tetapi pada 15-20% penderita bisa berlangsung sampai 2 tahun atau lebih.
Episode depresi cenderung berulang sebanyak beberapa kali.

Depresi situasional adalah depresi yang terjadi setelah suatu peristiwa traumatik, seperti kematian orang yang dicintai.
Holiday blues adalah depresi yang terjadi ketika sedang berlibur atau merayakan sesuat, bersifat sementara.
Depresi endogenous adalah depresi tanpa penyebab yang pasti.

PENYEBAB
Penyebab depresi belum sepenuhnya dimengerti.
Sejumlah faktor dapat menyebabkan seseorang cenderung menderita depresi:
– Faktor keturunan
– Efek samping dari obat-obatan tertentu
– Kepribadian introvert
– Peristiwa emosional (terutama kehilangan).

Depresi bisa terjadi atau semakin memburuk tanpa disertai stres kehidupan yang nyata ataupun berarti.

Wanita dua kali lebih mudah terkena depresi, meskipun alasannya belum diketahui dengan jelas.
Penelitian jiwa memperlihatkan bahwa wanita cenderung memberikan respoon terhadap kesengsaraan dengan cara menarik diri dan menyalahkan dirinya sendiri. Sebaliknya, pria cenderung menolak atau mengalihkannya ke dalam berbagai kegiatan.

Faktor biologis yang paling banyak terlibat adalah faktor hormonal.
Perubahan kadar hormon pada wanita memegang peranan penting; perubahan suasanan hati bisa terjadi sesaat sebelum menstruasi (ketegangan pre-menstruasi) dan setelah persalinan (depresi post-partum). Perubahan hormon serupa bisa terjadi pada wanita pemakai pil KB yang mengalami depresi.
Kelainan fungsi tiroid, yang sering terjadi pada wanita, juga merupakan faktor yang berperan dalam terjadinya depresi.

Depresi juga bisa terjadi karena atau bersamaan dengan sejumlah penyakit atau kelainan fisik.
Kelainan fisik bisa menyebabkan depresi secara:
– Langsung, misalnya ketika penyakit tiroid menyebabkan berubahnya kadar hormon, yang bisa menyebabkan terjadinya depresi.
– Tidak langsung, misalnya ketika penyakit artritis rematoid menyebabkan nyeri dan cacat, yang bisa menyebabkan depresi.
Ada pula kelainan fisik yang menyebabkan depresi secara langsung dan tidak langsung. Misalnya AIDS; secara langsung menyebabkan depresi jika virus penyebabnya merusak otak; secara tidak langsung menyebabkan depresi jika menimbulkan dampak negatif terhadap kehidupan penderitanya.

Berbagai obat yang diresepkan (terutama obat yang digunakan untuk mengatasi tekanan darah tinggi) bisa menyebabkan depresi.

Sejumlah kelainan jiwa bisa menyebabkan penderitanya mengalami depresi (misalnya penyakit kecemasan, alkoholisme dan penyalahgunaan zat-zat lainnya, skizofrenia dan stadium awal demensia).

Kelainan Fisik yang Dapat Menyebabkan Depresi

  1. Efek samping obat-obatan
    – Amfetamin
    – Obat anti-psikosa
    – Beta bloker
    – Simetidin
    – Pil KB
    – Sikloserin
    – Indometasin
    – Air raksa
    – Metildopa
    – Reserpin
    – Talium
    – Vinblastin
    – Vinkristin
  2. Infeksi
    – AIDS
    – Influenza
    – Mononukleosis
    – Sifilis (stadium lanjut)
    – Tuberkulosis
    – Hepatitis virus
    – Pneumonia virus
  3. Kelainan hormonal
    – Penyakit Addison
    – Penyakit Cushing
    – Hiperparatiroidisme
    – Hipotiroidisme dan hipertiroidisme
    – Hipopituitarisme
  4. Penyakit jaringan ikat
    – Artritis rematoid
    – Lupus eritematosus sistemik
  5. Kelainan neurologis
    – Tumor otak
    – Cedera kepala
    – Sklerosis multipel
    – Penyakit Parkinson
    – Tidur apneu
    – Stroke
    – Epilepsi lobus temporalis
  6. Kelainan gizi
    – Pellagra (kekurangan vitamin B6)
    – Anemia pernisiosa (kekurangan vitamin B12)
  7. Kanker
    – Kanker perut (indung telur, usus besar)
    – Kanker yang menyebar ke seluruh tubuh.

GEJALA
Gejalanya muncul secara bertahap selama beberapa hari atau minggu.
Penderita tampak tenang dan sedih atau mudah tersinggung dan cemas.

Pada depresi vegetatif, penderita cenderung menarik diri, jarang berbicara, tidak mau makan dan tidak mau tidur.
Sedangkan penderita depresi agitasi tampak sangat gelisah, meremas-remas tangannya serta banyak berbicara.

Banyak penderita yang tidak dapat merasakan emosi duka cita, gembira dan senang secara normal; dunia tampak semakin suram, tidak ada kehidupan dan mati.
Berfikir, berbicara dan kegiatan umum lainnya semakin berkurang, sehingga aktivitas volunter terhenti sama sekali.

Fikirannya dipenuhi oleh perasaan bersalah dan memiliki gagasan untuk menghancurkan dirinya sendiri, serta tidak dapat berkonsentrasi dengan baik.
Mereka sering bimbang dan menarik diri, merasa tak berdaya dan putus asa serta berfikir tentang kematian dan bunuh diri.

Penderita mengalami sulit tidur dan seringkali terbangun, terutama pada dini hari.
Gairah dan kenikmatan seksualnya hilang.
Nafsu makan yang buruk dan penurunan berat badan kadang menyebabkan penderita menjadi kurus dan siklus menstruasinya berhenti (pada wanita).

Pada depresi yang lebih ringan, penderitanya makan sangat banyak dan terjadi penambahan berat badan.

Pada sekitar 20% penderita, gejalanya lebih ringan tetapi berlangsung selama bertahun-tahun bahkan berpuluh-puluh tahun.
Depresi disritmik ini seringkali muncul pada awal kehidupan dan berhubungan dengan perubahan kepribadian yang nyata.
Penderita tampak muram, pesimis, tidak suka bercanda atau tidak mampu merasakan kesenangan; pasif dan letargis; introvert; curiga, suka mengkritik dan sering menyesali dirinya sendiri.
Fikiran penderita dipenuhi dengan kekurangan, kegagalan dan peristiwa negatif, kadang sampai menikmati kegagalan mereka sendiri.

Beberapa penderita mengeluhkan penyakit fisik, berupa sakit dan nyeri atau ketakutan akan musibah atau menjadi gila.
Penderita lainnya berfikir bahwa mereka menderita penyakit yang tidak dapat disembuhkan atau yang memalukan (misalnya kanker atau penyakit menular seksual), dan mereka menularkannya kepada orang lain.

Sekitar 15% penderita (terutama pada depresi berat), mengalami delusi (keyakinan yang palsu) atau halusinasi, yaitu melihat atau mendengar benda yang sesungguhnya tidak ada.
Mereka yakin bahwa mereka melakukan dosa atau kejahatan yang tidak dapat dimaafkan, atau mereka mendengar suara-suara yang menuduh mereka telah melakukan berbagai perbuatan yang tidak senonoh atau suara-suara yang mengutuk mereka supaya mati.
Kadang penderita membayangkan bahwa mereka melihat peti mati dan orang-orang yang sudah meninggal.
Perasaan tidak aman dan tidak berharga bisa menyebabkan depresi yang sangat berat pada penderita yang yakin bahwa mereka diawasi dan dihukum.
Depresi yang disertai dengan delusi dinamakan depresi psikotik.

Gejala depresi yang paling serius adalah pemikiran tentang kematian.
Banyak penderita yang ingin mati atau merasa mereka sangat tidak berguna sehingga mereka sepantasnya mati.
Sebanyak 15% penderita menunjukkan perilaku bunuh diri.
Rencana bunuh diri merupakan keadaan yang gawat, dan penderitanya harus dirawat dan diawasi secara ketat, sampai keinginannya untuk bunuh diri hilang.

DIAGNOSA
Diagnosis biasanya ditegakkan berdasarkan tanda-tanda dan gejalanya.
Riwayat depresi sebelumnya atau riwayat keluarga dengan depresi bisa memperkuat diagnosis.

Untuk membantu menentukan beratnya depresi kadang digunakan pertanyaan standar berikut:
Skala Penilaian Depresi Hamilton, pertanyaan diarahkan secara verbal oleh penanya
Kuosioner Depresi Beck, pertanyaan diisi sendiri oleh penderita.

Pemeriksaan darah bisa membantu menentukan penyebab depresi.
Hal ini terutama dilakukan pada penderita wanita, dimana faktor hormonal bisa menyebabkan terjadinya depresi.

Pada kasus-kasus yang sulit, bisa dilakukan pemeriksaan lainnya untuk memperkuat diagnosa.
Gangguan tidur adalah gejala depresi yang khusus. Ensefalogram tidur bisa dilakukan guna mengukur waktu yang diperlukan penderita untuk sampai pada tahap tidur REM (periode tidur selama terjadinya mimpi).
Dalam keadaan normal diperlukan waktu sekitar 90 menit, pada penderita depresi biasanya hanya diperlukan waktu 70 menit atau kurang.

PENGOBATAN
Pada saat ini pengobatan depresi tidak memerlukan perawatan di rumah sakit.
Penderita yang harus dirawat di rumah sakit adalah penderita yang:
– memiliki kecenderungan bunuh diri atau merencanakan tindakan bunuh diri
– terlalu lemah karena berat badannya turun
– memiliki resiko terjadinya kelainan jantung karena penderita sangat gelisah.

Pemberian obat-obatan merupakan langkah utama dalam mengobati depresi sekarang ini.
Pengobatan lainnya adalah psikoterapi dan terapi elektrokonvulsif.
Kadang digunakan kombinasi dari ketiga terapi tersebut.

Obat-obatan.

Tersedia beberapa jenis obat-obatan yang harus diminum secara teratur minimal selama beberapa minggu sebelum obat mulai bekerja.

  1. Anti-depresi trisiklik.
    Sering menimbulkan efek samping berupa mengantuk dan penambahan berat badan.
    Obat ini juga menyebabkan peningkatan denyut jantung, penurunan tekanan darah ketika penderita berdiri, pandangan kabur, mulut kering, linglung, sembelit, kesulitan untuk memulai berkemih dan orgasme yang tertunda. Efek ini disebut efek antikolinergik, yang lebih sering terjadi pada usia lanjut.
    Anti-depresi yang mirip dengan trisiklik memiliki efek samping yang berbeda:
    – Venlafaksin bisa menyebabkan kenaikan tekanan darah yang ringan
    – Trazodon menyebabkan priapisme (nyeri ketika ereksi)
    Maprotilin dan bupropion bisa menyebabkan kejang.
  2. Selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs).
    Efek sampingnya lebih sedikit dan biasanya lebih aman digunakan pada penderita depresi yang disertai kelainan jiwa.
    Efek samping yang terjadi berupa mual, diare dan sakit kepala; yang sifatnya ringan dan akan segera menghilang jika pemakaian obat dilanjutkan.
    SSRIs efektif digunakan pada depresi yang disertai oleh kelainan jiwa berikut:
    Distimia, yang memerlukan pemberian jangka panjang
    – Penyakit obsesif-kompulsif
    – Penyakit panik
    Fobia sosial
    Bulimia.
    Kerugian utama dari SSRIs adalah sering menyebabkan kelainan fungsi seksual.
  3. Monoamine oxidase inhibitors (MAOIs).
    Penderita yang meminum obat golongan MAOIs harus menjalani sejumlah pengaturan diet dan larangan tertentu.
    Mereka sebaiknya tidak mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung tiramin, misalnya bir, anggur merah (termasuk sherry), kopi manis, makanan yang terlalu matang, salami, keju tua, ekstrak jamur dan kecap.
    Mereka harus menghindari obat-obatan seperti fenilpropanolamin dan dekstrometorfan, yang menyebabkan pelepasan adrenalin dan menyebabkan peningkatan tekanan darah yang hebat secara tiba-tiba. Obat lainnya yang juga harus dihindari adalah anti-depresi trisiklik, SSRIs dan meperidin (pereda nyeri).
    Penderita yang meminum MAOIs biasanya diharuskan membawa obat penawar (misalnya klorpromazin atau nifedipin) setiap saat. Jika timbul nyeri kepala berdenyut dan hebat, maka obat penawar ini harus diminum dan segera pergi ke rumah sakit terdekat.
    MAOIs jarang digunakan karena menimbulkan kesulitan dalam pembatasan diet dan larangan tertentu, sehingga hanya diberikan kepada penderita yang tidak menunjukkan perbaikan dengan anti-depresi lainnya.
  4. Psikostimulan (perangsang psikis).
    Contohnya adalah metilfenidat, yang biasanya diberikan kepada penderita yang menarik diri, tenang dan mengalami kelelahan atau penderita yang tidak menunjukkan perbaikan pada pemberian obat anti-depresi lainnya.
    Psikostimulan cenderung bekerja dengan cepat (dalam 1 hari), sehingga kadang diberikan kepada penderita depresi usia lanjut yang baru menjalani pembedahan atau menderita penyakit yang berkepanjangan.

Psikoterapi.
Psikoterapi yang dijalankan bersamaan dengan pemberian anti-depresi memberikan hasil yang lebih baik.

Psikoterapi individual maupun kelompok bisa membantu penderita secara bertahap untuk memulai kembali tanggung jawabnya yang dahulu dan menyesuaikan diri dengan tekanan kehidupan yang normal.
Pada psikoterapi interpersonal, penderita menerima dukungan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan dalam hidupnya.

Terapi kognitif bisa membantu merubah fikiran negatif dan rasa putus asa.

Untuk depresi yang lebih ringan, psikoterapi saja bisa sama efektifnya dengan terapi obat-obatan.

Terapi Elektrokonvulsif.

Terapi elektrokonvulsif (ECT) digunakan untuk mengatasi depresi berat, terutama pada:
– penderita psikotik
– penderita yang mengancam akan melakukan bunuh diri
– penderita yang tidak mau makan.

Terapi ini biasanya sangat efektif dan bisa segera meringankan depresi.

Elektroda dipasang di kepala dan aliran listrik diberikan untuk merangsang kejang di dalam otak. Untuk alasan yang tidak dimengerti, kejang ini menyebabkan berkurangnya depresi.
Pengobatan dilakukan sebanyak 5-7 kali.
Aliran listrik bisa menyebabkan kontraksi otot dan nyeri, sehingga penderita dibius total selama pengobatan.
ECT bisa menyebabkan hilangnya ingatan untuk sementara waktu.

PROGNOSIS

Jika tidak diobati, depresi bisa berlangsung sampai 6 bulan atau lebih.
Gejala yang ringan bisa menetap, tetapi fungsi penderita cenderung kembali normal.

Sebagian besar penderita mengalami episode depresi berulang, sekitar 4-5 kali sepanjang hidupnya.

from the netz …

Iklan

Manfaat Minum Jus Buah Dan Sayur-Sayuran

April 11, 2009 1 komentar

Juice atau jus adalah sayur-sayuran atau buah-buahan yang dilumatkan dengan tangan maupun mesin menjadi cairan yang berisi saripati untuk diminum dan umumnya memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan. Berikut ini merupakan manfaat dari mengkonsumsi jus buah dan sayur segar yang dijus, yaitu :

1. Mengandung enzim yang penting untuk sistem saluran pencernaan dan sistem penyerapan gizi yang terkandung dalam makanan dan minuman yang kita konsumsi sehari-hari.

2. Mengandung protein, vitamin, mineral, asam lemak esensial, karbohidrat, dsb yang mudah diserap dan dicerna oleh tubuh kita.

3. Kaya akan kandungan potasium dan sedikit kandungan sodium untuk mencegah kanker serta menjaga kesehatan pembuluh darah jantung.

4. Kandungan karoten dari jus sayur-mayur dan buah-buahan yang berwarna kuning, ungu, merah dan hijau yang berfungsi sebagai anti oksidan kuat yang melawan pertumbuhan sel kanker dan menangkal radikal bebas.

5. Adanya kandungan flavonoid di dalam buah dan sayur bermanfaat untuk menghalau zat potensial penyebab kanker. Juga berfungsi sebagai antivirus, antialergi, antiperadangan, antialergi, dll.

6. Beberapa Kandungan khusus pada buah dan sayur tertentu :
– Asam elagik pada stroberi bermanfaat untuk antikanker.
– Zat proanthocyanidin pada kranberi berguna untuk menurunkan resiko infeksi saluran kemih.
– Likopen pada tomat berfungsi untuk antioksidan yang menurunkan resiko terkena kanker prostat.
– Bromelain pada nanas memiliki kegunaan untuk meminimalisir artritis, mencegah bengkak, mengurangi sinusitis, mengurangi nyeri tenggorokan, menurunkan nafsu makan, dll
– Bioflavonoid dalam buah tomat memiliki manfaat dalam memperkuat pembuluh kapiler dan mencegah selulit.

Untuk manfaat jus yang maksimal sebaiknya kita sendirilah yang membuat juice sayur dan buah. Disamping akan terjamin kebersihannya, lebih segar, terjaga gizi nutrisi dan bebas dari zat-zat kimia yang berbahaya bagi kesehatan tubuh, juga jus tersebut akan sesuai dengan selera kita. Dengan sering melakukan inovasi maka bukan tidak mungkun kita bisa menemukan berbagai resep jus baru yang benar-benar enak menurut lidah kita.

Buah dan sayur yang dibuat jus / dijus memiliki keunggulan dan keuntungan yang tidak bisa kita dapatkan dari memakan buah dan sayur langsung tanpa dijus, yakni :

– Gizi dan Nutrisi mudah diserap oleh sistem pencernaan makanan dan minuman.
– Karena cepat dan mudah diserap maka energi tubuh terjaga sehingga selalu fit dan jarang jatuh sakit.
– Juss mengandung gizi yang lengkap dan cukup asal buah dan sayurnya berubah-ubah tidak monoton.
– Bebas dari kandungan flouride dan klorin yang baik untuk tubuh.
– Jus butuh energi yang sedikit untuk bisa dicerna dan cepat menghasilkan energi.
– Mengandung vitamin, enzim, mineral, asam lemak esensial, asam lemak linoleik dan asam lemak linolenik yang sangat menyehatkan dan baik untuk kesehatan tubuh manusia.

from : klik !

Makanan Pemicu/Penyebab Kanker

April 11, 2009 Tinggalkan komentar

Kanker adalah suatu penyakit yang ditimbulkan oleh sel tunggal yang tumbuh tidak normal dan tidak terkendali sehingga dapat menjadi tumor ganas yang dapat menghancurkan dan merusak sel atau jaringan sehat. Kanker merupakan salah satu jenis penyakit yang sangat ditakuti oleh banyak orang sehingga ada baiknya kita mencegah kanker daripada mengobatinya. Pada tulisan ini akan diberikan penjelasan lebih lanjut mengenai kanker.

A. Hal-Hal Yang Disukai Kanker / Makanan Kanker

Kanker akan tumbuh dan berkembang dengan subur apabila mendapatkan asupan zat-zat yang didapat dari makanan atau kegiatan seperti berikut ini :

1. Terlalu banyak minum kopi, coklat dan teh yang memiliki kandungan kafein tinggi. Minuman berkadar kafein tinggi tersebut dapat diganti dengan minum teh hijau yang memerangi kanker atau minum air putih / air mineral saja.

2. Yang manis-manis seperti gula dan pemanis buatan disukai oleh kanker serta dapat merusak kesehatan bila dikonsumsi tidak sesuai dengan batasan. Sebaiknya dalam kehidupan sehari-hari tidak usah banyak konsumsi makanan dan minuman yang mengandung gula. Gula dapat diganti dengan madu murni atau molases.

3. Hindari menggunakan garam meja untuk makanan dan minuman kita dan sebaiknya gunakan saja garam laut dan pastikan juga garam laut yang kita pakai mengandung yodium serta bersih dan higienis memiliki kualitas yang baik.

4. Hati-hati dengan minum susu hewani yang dapat menghasilkan zat mukus yang sangat disenangi kanker sehingga alangkah baik mengganti konsumsi susu hewan dengan susu nabati yang berasal dari tumbuh-tumbuhan seperti susu kedelai. Walaupun rasanya mungkin bagi anda tidak enak, namun susu kedele tersebut sangat kaya akan gizi nutrisi bagi tubuh kita.

5. Bagi anda yang menggemari makan daging merah sebaiknya mulai dibatasi karena mengandung kadar asam yang cukup tinggi yang sangat disukai oleh sel kanker. Terkadang daging yang kita konsumsi juga dapat mengandung hal berbahaya seperti hormon tambahan, residu antibiotik, parasit dan lain sebagainya yang merugikan kesehatan tubuh kita.
Baca selanjutnya…

JALAN KAKI MENJINAKKAN 9 PENYAKIT

Maret 18, 2009 Tinggalkan komentar

Sudahkah anda berolahraga ? Jika belum cobalah anda berolah raga. Cukup hanya dengan berjalan kaki saja anda sudah dapat menjinakan 9 penyakit. Mau tahu penyakit apa sajakah itu, simak artikel berikut :

1. Pertama-tama tentu menekan risiko serangan jantung.
Kita tahu otot jantung membutuhkan aliran darah lebih deras (dari pembuluh koroner yang memberinya makan) agar bugar dan berfungsi normal memompakan darah tanpa henti. Untuk itu, otot jantung membutuhkan aliran darah yang lebih deras dan lancar. Berjalan kaki tergopoh-gopoh memperderas aliran darah ke dalam koroner jantung.

Dengan demikian kecukupan oksigen otot jantung terpenuhi dan otot jantung terjaga untuk bisa tetap cukup berdegup. Bukan hanya itu. Kelenturan pembuluh darah arteri tubuh yang terlatih menguncup dan mengembang akan terbantu oleh mengejangnya otot-otot tubuh yang berada di sekitar dinding pembuluh darah sewaktu melakukan kegiatan berjalan kaki tergopoh-gopoh! itu.

Hasil akhirnya, tekanan darah cenderung menjadi lebih rendah, perlengketan antarsel darah yang bisa berakibat gumpalan bekuan darah penyumbat pembuluh juga akan berkurang. Lebih dari itu, kolesterol baik (HDL) yang bekerja sebagai spons penyerap kolesterol jahat (LDL) akan meningkat dengan berjalan kaki tergopoh-gopoh. Tidak banyak cara di luar obat yang dapat meningkatkan kadar HDL selain dengan bergerak badan. Berjalan kaki tergopoh-gopoh tercatat mampu menurunkan risiko serangan jantung menjadi tinggal separuhnya.

2. Kendati manfaat berjalan kaki tergopoh-opoh terhadap stroke pangaruhnya belum senyata terhadap serangan jantung koroner,beberapa studi menunjukkan hasil yang menggembirakan. Tengok saja bukti alami nenek-moyang kita yang lebih banyak melakukan kegiatan berjalan kaki setiap hari, kasus stroke zaman dulu tidak sebanyak sekarang. Salah satu studi terhadap 70 ribu perawat (Harvard School of Public Health) yang dalam bekerja tercatat melakukan kegiatan berjalan kaki sebanyak 20 jam dalam seminggu, risiko mereka terserang stroke menurun duapertiga.

3. Berat badan stabil.
Ternyata dengan membiasakan berjalan kaki rutin, laju metabolisme tubuh ditingkatkan. Selain sejumlah kalori terbuang oleh aktivitas berjalan kaki, kelebihan kalori yang mungkin ada akan terbakar oleh meningkatnya metabolisme tubuh, sehingga kenaikan berat badan tidak terjadi.

4. Menurunkan berat badan juga.
Ya, selain berat badan dipertahankan stabil, mereka yang mulai kelebihan berat badan, bisa diturunkan dengan melakukan kegiatan berjalan kaki tergopoh-gopoh itu secara rutin. Kelebihan gajih di bawah kulit akan dibakar bila rajin melakukan kegiatan berjalan kaki cukup laju paling kurang satu jam.

5. Mencegah kencing manis.
Ya, dengan membiasakan berjalan kaki melaju sekitar 6 km per jam, waktu tempuh sekitar 50 menit, ternyata dapat menunda atau mencegah berkembangnya diabetes Tipe 2, khususnya pada mereka yang bertubuh gemuk (National Institute of Diabetes and Gigesive & Kidney Diseases). Sebagaimana kita tahu bahwa kasus diabetes yang bisa diatasi tanpa perlu minum obat, bisa dilakukan dengan memilih gerak badan rutin berkala. Selama gula darah bisa terkontrol hanya dengan cara bergerak badan (brisk walking), obat tidak diperlukan. Itu berarti bahwa berjalan kaki tergopoh-gopoh sama manfaatnya dengan obat antidiabetes.

6. Mencegah osteoporosis.
Betul. Dengan gerak badan dan berjalan kaki cepat, bukan saja otot-otot badan yang diperkokoh, melainkan tulang-belulang juga. Untuk metabolisme kalsium, bergerak badan diperlukan juga, selain butuh paparan cahaya matahari pagi. Tak cukup ekstra kalsium dan vitamin D saja untuk mencegah atau memperlambat proses osteoporosis. Tubuh juga membutuhkan gerak badan dan memerlukan waktu paling kurang 15 menit terpapar matahari pagi agar terbebas dari ancaman osteoporosis. Mereka yang melakukan gerak badan sejak muda, dan cukup mengonsumsi kalsium, sampai usia 70 tahun diperkirakan masih bisa terbebas dari ancaman pengeroposan tulang.

7. Meredakan encok lutut.
Lebih sepertiga orang usia lanjut di Amerika mengalami encok lutut (osteoarthiris) . Dengan membiasakan diri berjalan kaki cepat atau memilih berjalan di dalam kolam renang, keluhan nyeri encok lutut bisa mereda. Untuk mereka yang mengidap encok lutut, kegiatan berjalan kaki perlu dilakukan berselang-seling, tidak setiap hari. Tujuannya untuk memberi kesempatan kepada sendi untuk memulihkan diri. Satu hal yang perlu diingat bagi pengidap encok tungkai atau kaki: jangan keliru memilih sepatu olahraga. Kita tahu, dengan semakin bertambahnya usia, ruang sendi semakin sempit, lapisan rawan sendi kian menipis, dan cairan ruang sendi sudah susut. Kondisi sendi yang sudah seperti itu perlu dijaga dan dilindungi agar tidak mengalami goncangan yang berat oleh beban bobot tubuh, terlebih pada yang gemuk. Bila bantalan (sol) sepatu olahraganya kurang empuk, sepatu gagal berperan sebagai peredam goncangan (shock absorber). Itu berarti sendi tetap mengalami beban goncangan berat selama berjalan, apalagi bila berlari atau melompat. Hal ini yang memperburuk kondisi sendi, lalu mencetuskan serangan nyeri sendi atau menimbulkan penyakit sendi pada mereka yang berisiko terkena gangguan sendi. Munculnya nyeri sendi sehabis melakukan kegiatan berjalan kaki, bisa jadi lantaran keliru memilih jenis sepatu olahraga. Sepatu bermerek menentukan kualitas bantalannya, selain kesesuaian anatomi kaki. Kebiasaan berjalan kaki tanpa alas kaki, bahkan di dalam rumah sekalipun, bisa memperburuk kondisi sendi-sendi tungkai dan kaki, akibat beban dan goncangan yang harus dipikul oleh sendi.

8. Ternyata bergerak badan dengan berjalan kaki cepat juga membantu pasien dengan status depresi. Berjalan kaki tergopoh-gopoh bisa menggantikan obat antidepresan yang harus diminum rutin. Studi ihwal tarbebas dari depresi dengan berjalan kaki sudah dikerjakan lebih 10 tahun. 9. Kanker juga dapat dibatalkan muncul bila kita rajin berjalan kaki, setidaknya jenis kanker usus besar (colorectal carcinoma). Kita tahu, bergerak badan ikut melancarkan peristaltik usus, sehingga buang air besar lebih tertib. Kanker usus dicetuskan pula oleh tertahannya tinja lebih lama di saluran pencernaan. Studi lain juga menyebutkan peran berjalan kaki terhadap kemungkinan penurunan risiko terkena kanker payudara.

Oleh: Dr. Handrawan Nadesul, Dokter Umum

http://blogs.fadliwae.web.id

Fenomena Ponari dalam Tinjauan Medis dan Sosiologi

Februari 24, 2009 1 komentar
Senin, 23 Februari 2009 | 18:09 WIB

METODE pengobatan yang dilakukan Muhammad Ponari, dukun cilik asal Dusun Kedungsari, Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, terkesan unik dan berbau takhayul.

Keunikan dan unsur takhayulnya itu telah menghipnotis ribuan orang dari berbagai daerah di pelosok Tanah Air masih memadati tempat praktik anak semata wayang hasil pernikahan Kasemin (42) dan Mukaromah (28) itu sampai sekarang.

Bahkan di antara mereka ada yang rela antre selama berhari-hari demi mendapatkan seteguk air putih yang sebelumnya dicelup batu yang digenggam siswa Kelas III SD Negeri Balongsari 1 itu.

Tak peduli, apakah air celupan batu itu higienis atau tidak, yang penting mereka percaya bahwa air itu bertuah dan bisa menyembuhkan segala macam penyakit.

“Setidaknya bisul yang saya rasakan bertahun-tahun sudah agak mendingan,” kata Masilah (43), warga Surabaya, setelah meneguk air keruh yang didapat dari rumah Ponari.

Kendati demikian, ada juga warga yang tidak percaya bahkan kapok setelah mengonsumsi air Ponari. Namun, penyakitnya tak kunjung sembuh, seperti yang dialami Hamzah (53), warga Mojongapit, Jombang. “Nyatanya mata saya juga tidak ada perubahan, setelah minum air dari Ponari,” katanya sambil menunjukkan matanya yang sakit.

Namun tak sedikit pula warga yang penasaran untuk mendapatkan air itu. “Sampai kapan pun, saya akan tetap bertahan di sini untuk mendapatkan air itu,” kata Maslukhan, warga Purwodadi, Jawa Tengah, saat ditemui di Dusun Kedungsari, Sabtu (21/2) siang. Baca selanjutnya…